Wahai
orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai
pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang
jelas bagi Allah (untuk menghukummu)? Sungguh, orang-orang munafik itu
(ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan
mendapat seorang penolong pun bagi mereka. (QS.
An-Nisa’ [4]: 144-145)
Menjadikan
pemimpin dari kalangan orang mukmin adalah suatu hal kewajiban bagi setiap
muslim dan menjadikan pemimpin dari orang-orang kafir jelas hukumnya haram. Hal
ini sesuai dengan firman Allah yang telah dijelaskan di atas. Dengan tegas
Allah menyeru kita, “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain
dari orang-orang mukmin.” Ini jelas sebuah larangan dari Allah.
Allah juga berfirman
dalam QS. Al-Ma’idah [5]: 57 yang berbunyi: “Wahai orang-orang yang beriman!
Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi
bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi
kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada
Allah jika kamu orang-orang yang beriman.” Sungguh, pada ayat ini Allah menyampaikan
secara tersirat betapa bahaya jika kita memilih pemimpin yang menjadikan agama
kita (Islam) sebagai bahan ejek dan permainan. Lihatlah apa yang terjadi
sekarang ini.
Allah juga
berfirman pada ayat-ayat Al Qur’an lainnya. Di antaranya sebagai berikut:
1.
Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai pemimpin
walau kerabat sendiri.
QS. At-Taubah [9]: 23
“Wahai orang-orang yang
beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai
pelindung, jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barang siapa
di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang
yang zalim.”
QS. Al-Mujadalah [58]: 22
“Engkau (Muhammad) tidak akan
mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling
berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun
orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya, atau keluarganya. Mereka itulah
orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah
menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya
mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di
dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap
(limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya
golongan Allah itu yang beruntung.”
2.
Al-Qur’an melarang menjadikan orang kafir sebagai teman
setia.
QS. Ali Imran [3]: 118
“Wahai orang-orang yang
beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu
(seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya
menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh telah nyata
kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih
jahat. Sungguh telah Kami terangan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu
mengerti.”
QS. At-Taubah [9]: 16
“Apakah kamu mengira bahwa
kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang
yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah,
rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang
kamu kerjakan.”
3.
Al-Qur’an melarang saling tolong dengan kafir yang akan
merugikan umat Islam.
QS. Al-Qashash [28]: 86
“Dan engkau (Muhammad) tidak
pernah mengharap agar Kita Al-Qur’an itu diturunkan kepadamu, tetapi ia
(diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali
engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir.”
QS. Al-Mumtahanah [60]: 13
“Wahai orang-orang yang
beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yanag dimurkai Allah sebagai
penolongmu, sungguh mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana
orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa.”
4.
Al-Qur’an melarang mentaati orang kafir untuk menguasai
muslim.
QS. Ali Imran [3]: 149-150
“Wahai orang-orang yang
beriman! Jika kamu menaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan
mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang
yang rugi. Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia penolong yang terbaik.
Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir karena mereka
mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan
tentang itu. Dan tempat kembali mereka ialah neraka. Dan (itulah) seburuk-buruk
tempat tinggal (bagi) orang-orang zalim.”
5.
Al-Qur’an melarang beri peluang kepada orang kafir sehingga
menguasai Muslim.
QS. An-Nisa’ [4]: 140-141
“Dan sungguh Allah telah
menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu
mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang
kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki
pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu
serupa dengan mereka. Sungguh Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan
orang kafir di neraka Jahanam, (yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa)
yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah
mereka berkata, “Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu?” Dan jika orang
kafir mendapat bagian, mereka berkata, “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan
membela kamu dari orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara
kamu pada hari kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk
mengalahkan orang-orang beriman.”
6.
Al-Qur’an memvonis munafiq kepada muslim yang menjadikan orang
kafir sebagai pemimpin.
QS. An-Nisa’ [4]: 138-139
“Kabarkanlah kepada
orang-orang munafiq bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu)
orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan
meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang
kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.”
7.
Al-Qur’an memvonis zalim kepada muslim yang menjadikan orang kafir
sebagai teman setia.
QS. Al-Ma’idah [5]: 51
“Wahai orang-orang yang
beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman
setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu
yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan
mereka. Sungguh Allah tidak memeri petunjuk kepada orang yang zalim.”
8.
Al-Qur’an memvonis fasiq kepada muslim yang menjadikan orang
kafir sebagai teman setia.
QS. Al-Ma’idah [5]: 80-81
“Kamu melihat banyak di
antara mereka tolong-menolong dengan orang-orang kafir (musyrik). Sungguh
sangat buruk apa yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri, yaitu kemurkaan
Allah, dan mereka akan kekal dalam azab. Dan sekiranya mereka beriman kepada
Allah, kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya
mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai teman setia. Tetapi
banyak di antara mereka orang-orang yang fasiq.”
9.
Al-Qur’an memvonis sesat kepada muslim yang menjadikan orang
kafir sebagai teman setia.
QS. Al-Mumtahanah [60]: 1
“Wahai orang-orang yang
beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman
setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad) karena
rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang
disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu
beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada
jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu
memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka karena
rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang
kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh
dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”
10. Al-Qur’an mengancam azab
kepada muslim yang menjadikan orang kafir sebagai teman setia.
QS. Al-Mujadalah [58]: 14-15
“Tidakkah engkau perhatikan
orang-orang (munafiq) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah
sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum)
mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.
Allah telah menyediakan azab yang sangat keras bagi mereka. Sungguh, betapa
buruknya apa yang telah mereka kerjakan.”
Oleh karena
itu, Allah dalam firman-Nya pada QS. Al-Mumtahanah [60]: 5 mengajarkan do’a
agar muslim tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir, “Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah
kami, ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” Wallahu a’lam bish-shawab.

0 comments:
Post a Comment